CARA MENGEMBALIKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT ATAS SUPREMASI HUKUM

16 10 2008

Mengapa masyarakat di negara maju percaya pada supremasi hukum,

tetapi kepercayaan pada hukum di Masyarakat Indonesia masih rendah?

Pertanyaan tersebut, mengadopsi pertanyaan sama yang ada dibenak

Hernando de Soto, penulis buku laris “the Mystery of Capital”. De Soto,

hendak memecahkan misteri mengapa kapitalisme berjaya di Barat, tetapi

gagal di bagian “sisa” dunia lainnya. Tulisan ini tidak hendak

mempromposikan sistem kapitalisme Negara Barat, melainkan

menggunakan dasar-dasar pemikiran de Soto dalam menjawab problem

penegakan supremasi hukum di Indonesia.

Jika diamati, masyarakat negara maju lebih percaya membawa kasus

hukumnya ke pengadilan, ketimbang masyarakat di negara berkembang,

seperti di Indonesia. Mengapa?

Seragam Polisi, toga Jaksa, Hakim dan Advokat bukan sebagai penandaan

profesi melainkan memiliki fungsi sebagai tanda yang terlihat dari sebuah

proses yang tidak terlihat menghubungkan semua aparat penegak hukum

kepada sektor penegakan hukum lainnya. Dengan adanya proses ini, maka

keadilan bagi semua dapat terwujud dan memiliki bentuk paralel: terlihat

(wujud fisik dari aparat penegak hukum itu sendiri) dan tidak terlihat

(sebagai profesi untuk mewujudkan keadilan bagi semua orang). Karenanya,

lembaga kepolisian, kejaksaan, kehakiman, lembaga profesi advokat serta

lembaga bantuan hukum, selain institusi wujud fisik, juga berfungsi sebagai

pelindung dan pembela keadilan bagi masyarakat miskin: tempat

masyarakat melapor meminta perlindungan dan keadilan.

Lembaga-lembaga itu, menjadi tempat untuk orang memeriksa dan menguji

jaminan keadilan yang dimuat dalam konstitusi dan peraturan perundangundangan

yang berlaku. Dari sini, sistem demokrasi dan prinsip-prinsip

supremasi hukum diinjeksi kepada individu, sehingga mempunyai

kepercayaan terhadap sistem dan supremasi hukum.

Di negara berkembang, termasuk Indonesia, aparat polisi, jaksa, hakim,

dan advokat, belum mencapai derajat profesionalisme seperti koleganya

di negara maju. Inilah yang menyebabkan tingkat kepercayaan masyarakat,

apalalagi Si miskin sangat rendah terhadap para penegak hukum ini.


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.